Health

WASPADA GEJALA DEMAM BERDARAH TERKINI & CARA PENCEGAHANNYA

Bicara demam berdarah seakan akan flashback ke beberapa tahun lalu saat anak pertamaku yang berumur 2 tahun mengalami gejala demam berdarah dengue. Demam naik turun melanda anakku di hari pertama dan kedua , tanpa pikir panjang hari ketiga paginya langsung membawa anakku ke rumah sakit dan benar saja , setelah menunggu hasil lab kadar trombosit anakku menurun , dan detik itupun dokter langsung meminta anakku untuk rawat inap. 

Anak sekecil itu harus menahan rasa sakit setiap di ambil darah , karena setiap hari pasti ada pengecekan untuk memantau apakah trombositnya sudah naik atau belum. Rasa khawatir langsung menghampiri saat itu , namun dokter menenangkan karena kami datang disaat yang tepat disaat semuanya masih lebih mudah untuk ditangani, yang terpenting karena dirawat inap anak kami tidak kekurangan cairan dan trombosit berangsur angsur naik sehingga bisa pulang dalam waktu 4 hari. 

Setelah kejadian itu kami benar-benar menjaga kondisi lingkungan karena Demam Berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Nyamuk nyamuk tersebut hidup dan berkembang biak pada air menggenang terutama pada air bersih. Maka dari itu perilaku 3M lebih kami perketat lagi di lingkungan rumah seperti Menguras, Menutup , Mengubur. Dan pada tahun ini aku baru mengetahui  bahwa ada tindakan pencegahan yang dapat dilakukan dengan vaksinasi Demam Berdarah

Bagaimana tidak tertarik dan senang mendengarnya karena Demam Berdarah ini bisa terjadi berulang baik pada anak anak maupun orang dewasa dan bila terlambat dilakukan penanganan sudah pasti nyawa taruhannya karena di lingkungan rumah sudah beberapa kasus orang dewasa terserang Demam Berdarah dan berujung meninggal. 

 Gayung bersambut saat aku diundang sebagai perwakilan blogger oleh cegahdbd.id dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dalam event  “Bincang Santai Tentang Demam Berdarah”

 Sangat excited karena disana aku jadi lebih mengetahui seluk beluk penyebab penyakit Demam Berdarah ini , seperti paparan dari Ibu Tika Bisono bahwa nyamuk Aedes Aegypti bisa bertelur pada leher teko yang berlekuk panjang karena selalu dilewati air dsb karena beliau aktif dalam program jumantik juga kampanye pencegahan Demam Berdarah. Ia tidak mau hal pahit yang menimpa dirinya yaitu kehilangan putri tercintanya karena Demam Berdarah terjadi pada orang lain.

Kemudian ada sharing dari public figure Ringgo Agus dan Sabai Dieter yang keluarga nya hampir semua pernah merasakan terkena penyakit Demam Berdarah ini. 

Maka dari itu mereka sangat tergerak juga untuk melakukan pencegahan dengan vaksin demam berdarah. Menurut dr. Fita Moeslichan Sp.A , data dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) Vaksin Demam Berdarah sudah bisa diberikan mulai dari umur 6 – 45 tahun dan bisa mencegah infeksi Demam Berdarah ini.

Vaksin demam berdarah yang telah disetujui di Indonesia menunjukkan perlindungan terhadap penyakit demam berdarah dan umumnya dapat ditoleransi dengan baik. 

Kementerian Kesehatan mencatat di tahun 2022,  jumlah kumulatif kasus demam berdarah di Indonesia sampai dengan minggu ke-36 di laporkan 87.501 kasus. Sementara jumlah kematian akibat demam berdarah mencapai 816 kasus.  Sangat mengkhawatirkan ya !  Tentunya hal ini bukanlah berita yang menyenangkan, mengingat kasus yang terus meningkat. Maka dari itu slogan yang lebih tepat bukan hanya 3M tetapi 3M + V (Vaksin).

Vaksin demam berdarah ini membantu sistem imun yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh melawan virus yang masuk. Perlu kita ketahui jika virus dengue ada 4 jenis, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3 dan DENV-4.4 Untuk itu vaksinasi demam berdarah dibutuhkan sebagai salah satu upaya membangun kekebalan terhadap virus demam berdarah ini. 

Tentang vaksin demam berdarah ini, kamu bisa konsultasikan dengan dokter di rumah sakit atau klinik terdekat. 

  1. Hal – hal yang perlu di perhatikan dalam pemberian Vaksin : 
  2. Rentang usia indikasi (6 – 45 tahun).
  3. Butuh atau tidaknya screening pre-vaksinasi.
  4. Dosis dan interval pemberian vaksin. 
  5. Efikasi dan keamanan yang tentunya dapat dikonsultasikan langsung dengan dokter yang ditemui ya.  

Hal yang harus selalu diingat adalah memanfaatkan salah satu upaya pencegahan demam berdarah salah satunya Vaksin.

Yang perlu dilakukan untuk mengurangi penyebaran nyamuk Aedes aegypti adalah perilaku hidup bersih dan sehat, banyak konsumsi buah , penerapan prinsip 3M (Menutup-Menguras-Memanfaatkan), dan Vaksinasi yang juga merupakan salah satu upaya pencegahan demam berdarah terkini. 

Semoga setelah membaca artikel ini, kita bisa lebih memahami upaya pencegahan demam berdarah melalui 3M plus dan

vaksinasi beserta manfaatnya. segera konsultasikan ke dokter terkait demam berdarah dan upaya pencegahannya yaa.  Apabila ingin lebih lanjut membaca pedoman dan artikel dari lembaga kesehatan dll aku share di bawah ya untuk referensinya. 

Sampai bertemu di artikel selanjutnya. 

Salam Sehat.

Referensi:

IDAI. 2019. Memahami Demam Berdarah DBD (Bagian 1). Tersedia di: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/memahami-demam-berdarah-dengue (diakses pada 20 Oktober 2022)

IDAI. 2019. Memahami Demam Berdarah DBD (Bagian 2). Tersedia di: https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/memahami-demam-berdarah-dengue-bagian-2 (diakses pada 20 Oktober 2022)

IDAI. 2017. Sekilas Tentang Vaksin Dengue. Tersedia di: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-dengue (diakses pada 20 Oktober 2022)

BPOM. 2022. Persetujuan Izin Edar Vaksin DBD untuk Usia 6-45 Tahun.. Tersedia di: https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/659/Persetujuan-Izin-Edar-Vaksin-DBD–TAK-003–untuk -Usia-6—45-Tahun.html. (diakses pada 20 Oktober 2022).

Data Indonesia. 2022. Ada 73.518 Kasus Demam Berdarah Dengue di Indonesia pada 2021. Tersedia di: https://dataindonesia.id/ragam/detail/ada-73518-kasus-demam-berdarah-dengue-di-indonesia-pa da-2021(diakses pada 20 Oktober 2022)

Data Indonesia. 2022. Ada 73.518 Kasus Demam Berdarah Dengue di Indonesia pada 2021. Tersedia di: https://dataindonesia.id/ragam/detail/ada-73518-kasus-demam-berdarah-dengue-di-indonesia-pa da-2021(diakses pada 20 Oktober 2022).

Kemkes. 2022. Masuk Peralihan Musim, Kemenkes Minta Dinkes Waspadai Lonjakan DBD. Tersedia di: https://www.kemkes.go.id/article/view/22092300006/masuk-peralihan-musim-kemenkes-minta-dink es-waspadai-lonjakan-dbd.html (diakses pada 20 Oktober 2022).

BPOM. 2022. Persetujuan Izin Edar Vaksin DBD untuk Usia 6-45 Tahun.. Tersedia di: https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/659/Persetujuan-Izin-Edar-Vaksin-DBD–TAK-003–untuk-Usia-6—45-Tahun.html. (diakses pada 20 Oktober 2022).

BPOM. 2022. Persetujuan Izin Edar Vaksin DBD untuk Usia 6-45 Tahun.. Tersedia di: https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/659/Persetujuan-Izin-Edar-Vaksin-DBD–TAK-003–untuk-Usia-6—45-Tahun.html. (diakses pada 20 Oktober 2022).

BPOM. 2022. Persetujuan Izin Edar Vaksin DBD untuk Usia 6-45 Tahun.. Tersedia di: https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/659/Persetujuan-Izin-Edar-Vaksin-DBD–TAK-003–untuk-Usia-6—45-Tahun.html. (diakses pada 20 Oktober 2022).

IDAI. 2017. Sekilas Tentang Vaksin Dengue. Tersedia di: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-dengue (diakses pada 20 Oktober 2022).

Artikel ini dimaksudkan untuk informasi dan kesadaran publik, dan untuk tujuan edukasi. Artikel tidak dimaksudkan sebagai bentuk anjuran medis.

C-ANPROM/ID/QDE/0014 | Aug 2023

2 Comments

  1. Pantes ya, virus DBD ada 4 type, jadi bisa kena berulang. Berapa ya biaya vaksin DBD? Apakah ada di Puskesmas?
    Trims infonya…

  2. Danti Ardhita says:

    kemarin infonya belum ada bun di puskesmas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *